Telp: (0282) 5255122
Langit Aman, Tanggung Jawab Bersama: Bandara Tunggul Wulung Gelar Pesta Rakyat dan Kampanye Keselamatan Penerbangan
CILACAP, 30 November 2025 – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Tunggul Wulung – Cilacap hari ini menggelar acara akbar “Kampanye Keamanan dan Keselamatan Penerbangan”. Kegiatan yang memadukan edukasi keselamatan dengan pesta rakyat ini menghadirkan Senam Bersama, Bazar UMKM, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, hingga Panggung Kesenian. Puncak acara diisi dengan sosialisasi oleh Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah 3, Bapak Agustono, yang mengajak masyarakat untuk aktif menjaga Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Langkah persuasif ini diambil sebagai respons proaktif UPBU Tunggul Wulung untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa keselamatan penerbangan bukan hanya tugas petugas bandara, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Bahaya di Balik Kegembiraan: Mengapa Kampanye Ini Penting? Dalam sesi inti kampanye, Bapak Agustono selaku pembicara utama menegaskan urgensi sterilisasi KKOP (radius hingga 15 km dari bandara) dari gangguan benda terbang dan optik. “Kita sering melihat layang-layang, drone, atau sinar laser sebagai hiburan semata. Namun, di mata penerbangan, ini adalah ancaman maut. Benang layangan bisa melilit mesin pesawat, drone bisa menabrak kaca kokpit, dan laser bisa membutakan pilot saat fase kritis pendaratan,” tegas Agustono di hadapan ribuan peserta.
Ia menekankan bahwa meskipun Bandara Tunggul Wulung saat ini didominasi oleh penerbangan latih (training), standar keselamatan tidak boleh ditawar. Insiden kecil pada pesawat latih tetaplah kecelakaan penerbangan yang harus dimitigasi. Sosialisasi ini juga mengingatkan kembali dasar hukum UU No. 1 Tahun 2009 Pasal 421, di mana pelanggaran yang membahayakan penerbangan dapat dikenakan sanksi pidana penjara hingga 3 tahun atau denda maksimal Rp 1 miliar. Pendekatan Humanis Melalui Pesta Rakyat Berbeda dengan sosialisasi konvensional, Kepala Kantor UPBU Kelas III Tunggul Wulung, Bapak Tata Surya, mengemas pesan serius ini dalam balutan kegembiraan warga.
“Kami ingin pesan ‘Langit Aman’ ini sampai ke hati masyarakat, bukan hanya lewat larangan, tapi lewat kebersamaan. Kegiatan senam, bazar, dan kesenian ini adalah wujud Misi kami untuk memberikan Nilai Tambah bagi masyarakat sekitar, sekaligus menciptakan iklim yang kondusif bagi ekosistem penerbangan,” ujar Tata Surya. Acara dimulai sejak pagi hari dengan Senam Bersama yang diikuti warga lintas usia, dilanjutkan dengan Bazar UMKM yang memamerkan produk lokal Cilacap mendukung ekonomi kerakyatan. Fasilitas Pemeriksaan Kesehatan Gratis juga diserbu warga, menjadikan area bandara sebagai pusat interaksi positif antara regulator dan publik.
Komitmen Pelayanan yang Handal dan Berdaya Saing Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Visi UPBU Tunggul Wulung dalam mewujudkan penyelenggaraan transportasi udara yang handal. Dengan merangkul masyarakat untuk tidak bermain layang-layang atau menerbangkan drone tanpa izin di sekitar bandara, Bandara Tunggul Wulung memastikan operasional penerbangan yang aman dan selamat (safety and security). “Sinergi antara masyarakat yang sadar hukum dan pengelola bandara yang profesional adalah kunci utama keselamatan penerbangan nasional,” tutup Agustono.
Tentang UPBU Tunggul Wulung: UPBU Kelas III Tunggul Wulung adalah Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah. Bandara ini melayani penerbangan latih dan charter, serta berkomitmen mendukung konektivitas dan pembangunan nasional melalui layanan transportasi udara yang aman, nyaman, dan berdaya saing.


