Sirine Meraung di Tunggul Wulung

Sirine Meraung di Tunggul Wulung: Unit PKP-PK Uji Nyali dan Ketepatan dalam Latihan Basah 2025

CILACAP, 24 Oktober 2025 – Suasana tenang di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, berubah tegang pada Jumat pagi (24/10). Sirine tanda bahaya meraung keras diikuti dengan pergerakan cepat armada pemadam kebakaran menuju landasan pacu. Namun, kepanikan ini bukanlah kejadian nyata, melainkan skenario latihan penanggulangan keadaan darurat atau Wet Drill yang digelar oleh Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).

Kegiatan ini merupakan latihan skala penuh yang melibatkan penyemprotan air dan busa (foam) secara nyata untuk menguji kesigapan personel dan keandalan peralatan dalam menangani kecelakaan pesawat udara. Latihan ini bertujuan memastikan response time (waktu tanggap) personel PKP-PK tetap berada di bawah standar internasional, yaitu tidak lebih dari 3 menit menuju titik kejadian.

Skenario Latihan (The How) Dalam simulasi tahun ini, diskenariokan sebuah pesawat latih mengalami gagal mesin (engine failure) saat hendak mendarat, menyebabkan pesawat tergelincir dan memicu percikan api di sisi runway. Begitu menara pengawas (ATC) membunyikan alarm crash bell, unit PKP-PK langsung meluncur ke lokasi. Dengan formasi taktis, kendaraan Foam Tender menyemprotkan turret ke titik api simulasi, sementara tim rescue dengan sigap melakukan evakuasi korban (manekin dan peran pengganti) dari dalam badan pesawat ke area triase medis yang telah disiapkan.

Ketua Tim TOKPD Bandara Tunggul Wulung, Ari Wibowo menyatakan bahwa latihan ini adalah mandat regulasi yang tidak bisa ditawar.

“Keselamatan adalah harga mati dalam dunia penerbangan. Melalui Wet Drill rutin ini, kami tidak hanya menguji mesin dan air, tapi juga menguji mental dan koordinasi personel kami. Kami ingin memastikan jika amit-amit terjadi keadaan darurat sungguhan di tahun 2025 ini, Bandara Tunggul Wulung siap 100 persen untuk meminimalisir dampak fatalitas,” ujarnya.

Latihan ini mengacu pada standar regulasi keselamatan penerbangan sipil (CASR 139) yang mewajibkan pengelola bandara untuk melakukan latihan darurat secara berkala. Selain personel internal bandara, kegiatan ini juga melibatkan koordinasi dengan pihak eksternal seperti Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cilacap, tim medis setempat, dan aparat keamanan untuk menguji rantai komunikasi komando.

Kegiatan ditutup dengan evaluasi menyeluruh (debriefing) untuk menilai kekurangan dan menyempurnakan Prosedur Operasi Standar (SOP) penanganan darurat di Bandara Tunggul Wulung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *